MAKNA PESTA AKHIR TAHUN (WAWONO TAHU) DI DESA KONDE

MAKNA PESTA AKHIR TAHUN (WAWONO TAHU) DI DESA KONDE

Diawal tahun ini, sengaja kutabur blog perdanaku dengan ceritra seputar Pesta Adat di desa tercintaku, Singkat cerita Desaku adalah merupakan salah satu Desa yang terletak diKabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara, Desa ini merupakan salah satu Desa yang terletak dipesisir Pantai, meski demikian bukan berarti masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai nelayan tetapi sebagian besar profesi Kepala Keluarga adalah petani, tetapi ada juga yang berprofesi sebagai ASN, Pedagang dan POLRI, oke,..kembali ke Leptop..wk.wk... Pesta Akhir Tahun (Waaono tahu) merupakan tradisi yang sering diselenggarakan oleh sebahagian masyarakat Buton Utara yang diyakini sebagai warisan atau tradisi nenek moyang secara turun temurun, hal ini berlaku juga pada nasyarakat Desa Konde.

Pesta Adat Akhir Tahun berasal dari kata WAWO dan TAHU, WAWO artinya Diatas sedan gkan TAHU artinya Tahun, sehinggan dapat disimpulkan pesta diatas tahun, makna dari upacara ini yakni berupa doa ucapan rasa syukur terhadap Tuhan yang Maha Esa atas rezeki dan kesehatan yang dihidayahkan ditahun ini dan berdoa semoga ditahun baru akan memperoleh karuniah Allah berupa Kesehatan , rejeki dan hasil panen yang melimpah. upacara adat ini biasanya digelar setiap tahun dibulan Desember tetapi ada pula yang melaksanakannya dibulan juli, agustus, september atau bulan bulan dibawahnya sesuai dengan keputusan tokoh adat dan Rapat Pembentukan Panitia.

Sistematika pelaksanaan dapat diuraikan sebagai berikut :
- sebelum acara baca doa digelar para tokoh adat melepas dua ekor ayam jantan yang beradu dan setelahnya kedua jago tersebut disembelih dan menjadi sebahagian hidangan disaat menggelar baca doa .
- acara baca doa bersama pada awalnya diselenggarakan di MASJID namun karena bertambahnya jumlah penduduk merambah pada jumlah undangan, sehingga saat ini acara baca doa bersama di selenggarakan dengan menggunakan bangsal atau tenda jadi, dipermak dengan acara seremonial berupa sambuitan para tokoh dan ertunjukan seni budaya berupa tari-tarian daerah diantaranya arian ngibi, tari mangaru, pencak silat dan tarian khas daerah tarian panen padi dan tarian petik jambu mente.

dengan pertimbangan demokrasi di masa ini acara WAWONO TAHU di desain dengan acara hiburan malam berupa Joget, Malaya dan DJ tentuinya dibawah pengawasan aparat Lembaga Pengendalian Sosial yakni POLRI..demikian torehan ini semoga bermanfaat ...sampai jumpa dilain waktu....


Komentar